07 Juni 2012

Pahami Penyakit Stroke

KutipanSehat, Jika boleh dikatakan, meskipun stroke bukan termasuk penyakit yang seketika itu juga mematikan, namun penyakit ini lebih menyiksa penderitanya dibandingkan penyakit yang lainnya. Orang bilang, sudah jatuh tertimpa tangga, itulah sepertinya gambaran yang tepat untuk pengidap penyakit stroke ini. Stroke sendiri merupakan penyakit pembuluh darah otak dengan tanda infark serebral atau kematian jaringan otak si penderita. Oleh karena itu, apabila Anda merasakan gejala stroke, maka segeralah periksakan diri Anda ke dokter.

Infark serebral ini terjadi karena aliran darah dan oksigen ke dalam otak seseorang menjadi berkurang oleh sebab adanya pecah pembuluh darah ataupun menyempitnya pembuluh darah. Sementara gejala stroke yang lazim dan bisa diamati oleh orang awam adalah matinya saraf penderitanya.

Gejala Stroke - Macam-macam Stroke


Sementara itu, oleh World Health Organization atau WHO, stroke didefinisikan sebagai sebuah gejala deficit susunan saraf akibat dari penyakit pada pembuluh darah otak. Gejala-gejala stroke bisa bervariasi pada setiap orang. Hal ini biasanya tergantung dari apa penyebab yang mendasarinya ataukah itu karena pendarahan atau justru darah yang mengental. Area dimana terjadi pengentalan darah serta pendarahannya juga sangat berpengaruh terhadap gejala yang bisa ditimbulkan.

Jeni-jenis dari stroke itu sendiri ada banyak macamnya. Secara garis besar dibagi menjadi dua yaitu stroke iskemik dan stroke hemorragik. Stroke iskemik terjadi sebagai akibat dari penyumbatan pembuluh darah sehingga berujung pada macetnya aliran darah ke otak serta sebagian organ tubuh yang lainnya. Pada kenyataannya, lebih dari 75 % penderita stroke adalah stroke jenis iskemik ini. Namun begitu, stroke iskemik pun masih dibagi lagi menjadi tiga jenis, yaitu sebagai berikut.

  1. Stroke trombolik, terjadi karena pembentukan thrombus sehingga mengakibatkan penggumpalan.

  2. Stroke embolik, yaitu adanya pembuluh arteri yang tertutup karena darah yang membeku.

  3. Hipoperfusion sistemik, dimana terjadi pengecilan volume terhadap aliran darah ke seluruh bagian tubuh yang ditandai dengan denyut jantung yang terganggu.


Sedangkan stroke hemorragik merupakan jenis stroke sebagai akibat dari pembuluh darah pada otak yang pecah. Pada penderita stroke yang memiliki tekanan darah tinggi atau hipertensi, biasanya jenis inilah yang sering terjadi. Jenis stroke hemorragik ini juga dibagi menjadi dua jenis, yaitu:

  1. Intraserebral, dimana pendarahan terjadi di jaringan otak dalam.

  2. Subaraknoid, pendarahan yang ada pada ruang subaraknoid atau yang umum disebut sebagai sebuah ruang sempit yang terletak di antara lapisan jaringan penutup otak dengan permukaan otak itu sendiri.


Gejala Stroke - Gejala Menurut Lokasi Terjadinya


Selain berdasarkan penyebabnya, gejala stroke juga bisa dibedakan menurut lokasinya di dalam tubuh si penderita. Stroke yang terjadi pada tempat yang berbeda, gejalanya pun bisa berbeda juga. Jadi ketika berbicara tentang gejala stroke, terkadang kita tidak boleh menyamaratakan. Gejala berdasarkan lokasi ini dibagi menjadi tiga, yaitu:

  1. Bagian batang otak, gejala antara lain menurnnya kemampuan penderita pada hal-hal seperti malihat, membaui, mendengar, mengekspresikan wajah, mengecap, dan juga gerak reflex. Hal ini disebabkan karena terdapat di dalam batang otak terdapat 12 jenis saraf cranial yang berhubungan dengan indra-indra yang disebutkan tadi.

  2. Bagian sistem saraf pusat, gejala-gejala strok ini diantaranya berupa kemampuan otot yang melemah dan terasa kaku serta fungsi sensoriknya menurun.

  3. Bagian celebral Cortex, gejalanya berupa menurunnya daya ingat, rasa kebingungan, aparaxia, hemineglect, dan aphasia.


Tidak seperti gejala-gejala yang umumnya ada pada penyakit lain, gejala stroke ini bisa berkembang menjadi sangat buruk hanya dalam waktu beberapa menit, jam, atau hari saja. Sebegitu cepatnya, sampai-sampai sering kita mendengar orang yang kemarin masih terlihat segar bugar dan sehat tiba-tiba hari ini sudah tidak bisa menggerakkan seluruh anggota tubuhnya.

Contoh yang lain lagi misalnya, seseorang dengan serangan stroke ringan seperti melemahnya segi perasaan, beberapa menit kemudian sudah tidak bisa lagi menggerakkan kaki-kaki atau tangan mereka. Sungguh ironis memang penderita stroke ini. Oleh karenanya, meskipun jarang mengakibatkan kematian secara langsung pada penderitanya, Anda hendaknya tidak menyepelekan segala gejala stroke yang kemungkinan ada pada diri Anda.

Anda tidak boleh menghiraukan gejala-gejala penyakit stroke ketika penyakit ini menyerang. Adapaun gejala-gejala yang akan mungkin Anda alami setelah terserang stroke, yaitu berupa komplikasi yang bisa menyebabkan kecacatan, gangguan fungsional berat sehingga yang bisa dilakukannya hanya berbaring sepanjang hidup, serta penurunan gerakan secara parsial yaitu menurunnya kemampuan menggerakkan bagian-bagaian tubuh seperti tungkai dan lengan.

Gejala stroke lainnya, yaitu berupa stress, kesulitan berbicara, kesulitan menelan, hilang ingatan, dan masih banyak lagi kemungkinan yang lainnya. Hal yang perlu Anda ingat yaitu bahwa dari kebanyakan kasus stroke yang menimpa orang di dunia ini, hanya sekitar sepertiganya saja yang berhasil sembuh dan pulih seperti sedia kala.

Penderita stroke yang biasanya mampu hidup normal kembali adalah dari serangan strok ringan. Stroke ringan ini juga dikenal dengan istilah Transient Ischemic Attack (TIA) dalam dunia medis. Serangan stroke ini terjadi ketika asupan oksigen yang menuju bagian tertentu pada otak mengalami halangan selama beberapa waktu. Hal ini akan bisa kembali normal.

Adanya penghalang tersebut bisa dikarenakan terjadinya penyempitan otak pada bagian arteri akibat masuknya gumpalan darah yang terbawa melalui aliran darah dari tempat lain dan gumpalan ini kemudian menyumbat arteri otak. Gejala ringan ini biasanya hanya berlangsung sekian detik hingga beberapa jam, namun jika lebih dari 24 jam namanya bukan lagi stroke ringan, melainkan stroke biasa.

Gejala-gejala stroke ringan ini antara lain ditandai dengan rasa pusing, lemah, kebingungan, sulit mengkoordinasikan tangan dan lengan, lumpuh pada satu bagian tubuh, hilang kesadaran, sulit berbicara, intonasi suara menjadi tidak jelas, tidak dapat berjalan, terganggunya penglihatan, sampai kebutaan sementara. Jika menemukan beberapa gejala seperti itu, hal yang bisa Anda lakukan adalah memeriksakan diri ke dokter. Meskipun stroke ini tergolong ringan, tetapi jika dibiarkan bisa berakibat fatal dan bisa saja berujung pada stroke yang lebih berat hingga kematian.

Saat dibawa ke dokter, pasien yang memiliki gejala-gejala stroke ringan tersebut biasanya akan diberikan obat-obatan guna mencegah adanya gumpalan darah. Hal ini akan menurunkan resiko stroke bisa terjadi lagi dan juga seandainya terserang lagi pun tidak akan mengalami yang lebih parah. Jenis obatnya biasanya adalah aspirin. 

Gejala Stroke - Kebiasaan Buruk Pemicu Stroke


Kebiasaan-kebiasaan buruk di era modern ini juga ada yang memicu seseorang untuk terserang stroke lebih mudah. Contohnya saja kolesterol akibat terlalu sering mengkonsumsi makanan tidak sehat yang tinggi lemak dan karbohidrat, kebiasaan merokok baik itu aktif maupun pasif, minum-minuman beralkohol, mengkonsumsi obat-obatan kimia, obesitas atau kegemukan akibat dari kurangnya pengendalian pola makan, stress akibat kelelahan atau pekerjaan yang menumpuk serta terbebani masalah.

Jadi, sebisa mungkin hindari kebiasaan-kebiasaan buruk tersebut untuk menghindari resiko stroke yang tinggi. walaupun memang, faktor resiko stroke juga bisa dialami seseorang akibat dari genetika atau faktor keturunan. Namun, hal itupun juga karena kemungkinan besar keluarga kita yang pernah mengalami stroke menjalankan suatu kebiasaan buruk sebagai pemicunya. Sementara Anda bisa mencegahnya sedini mungkin dengan perilaku dan pola hidup yang baik dan sehat.

Selain itu, jika menemukan gejala-gejala stroke, baik itu ringan maupun biasa, segeralah membawanya ke dokter untuk diberikan penanganan lebih lanjut. Kebiasaan menunda memeriksakan diri pada saat mengalami gejala akan memperburuk kondisi si penderita dan meningkatkan resiko hilangnya nyawa seseorang. Meskipun biaya pengobatan dewasa ini sangat mahal dan semakin merangkak naik, namun kesehatan merupakan hal pokok yang wajib diupayakan penyembuhannya oleh manusia. Semoga Anda dan keluarga selalu terhindar dari gejala penyakit stroke.

0 komentar:

Posting Komentar