16 Juni 2012

Mengenal Penyakit Campak

KutipanSehat, Apakah Penyakit Campak Itu? 

Campak (rubeola) adalah penyakit yang sering menyerang anak-anak, bahkan menurut data WHO, penyakit campak ini membunuh ratusan ribu anak di bawah usia 5 tahun setiap tahunnya di seluruh dunia. Penyebabnya adalah sejenis virus yang dapat ditularkan melalui cairan yang berasal dari mulut atau hidung penderita.

Gejala Penyakit Campak


Orang yang terkena penyakit campak selain merasakan gejala seperti penyakit flu di atas juga akan terlihat bintik putih yang kecil pada mulut di bagian dalam dalam waktu 2 sampai 4 hari setelah gejala awal. Lalu akan berlanjut dengan munculnya ruam agak kemerahan yang awalnya terdapat di wajah, sekitar telinga, dan leher. Selanjutnya akan segera menyebar ke lengan atas, lengan bawah, dan akhirnya seluruh tubuh.

Pada saat yang bersamaan, panas tubuh meninggi hingga mencapai 40°C. Ketika masa puncak penyakit, si penderita akan merasakan sakit luar biasa, ruamnya menyebar dan suhu tubuh akan mencapai 40 derajat Celsius. Tiga sampai lima hari setelahnya, suhu tubuhnya akan turun dan si penderita akan membaik. Ruam yang ada pun akan hilang. Waktu total dari mulai gejala awal sampai kembali membaik sekitar 9 hari.

Penyebab Penyakit Campak


Campak merupakan penyakit yang termasuk paling cepat menular dan menyebar. Hal itu disebabkan karena adanya virus yang bernama paramyxovirus atau virus campak. Virus tersebut lalu mengalami masa inkubasi selama 10 sampai 14 hari, setelah melewati masa inkubasi barulah timbul gejala awal penyakit campak.

Cara Penularan Penyakit Campak


Virus paramyxovirus ini terkandung dalam cairan tubuh yang ada di ludah, mulut, hidung, dan tenggorokan. Cara penyebarannya termasuk jenis air borne disease atau penyebaran melalui bersin, batuk, atau dengan menggunakan piring dan gelas yang sama dengan penderita.

Berdasarkan penelitian, virus paramyxovirus bersemayam di dalam trakea inang si penderita. Adanya virus di trakea ini membuat tenggorokan terasa tidak nyaman sehingga si penderita "terprovokasi" untuk batuk-batuk dan bersin.

Virus tersebut lalu berpindah, ikut dalam cairan batuk dan bersin yang kini berada di udara bebas. Bila pada saat itu ada orang lain di sekitarnya dan kebetulan terkena cairan atau menghirup udara yang mengandung virus tersebut, bisa dipastikan orang tersebut akan terkena penyakit campak juga.

Strategi Penyebaran Virus Campak


Seorang peneliti bernama Roberto Cattaneo Ph.D, mengungkapkan hasil penelitiannya tentang campak. Bisa dikatakan bahwa virus campak ini memiliki strategi penyebaran yang kejam. Karena virus ini akan menyerang sel-sel kekebalan patroli paru-paru agar bisa masuk ke sel kekebalan tubuh lainnya.

Lalu sel-sel kekebalan yang telah terkena infeksi tersebut akan mengirim dengan khusus ke sel-sel yang mengekspresikan protein nectin-4 yang berstatus sebagai reseptor baru. Hal yang mengherankan, sel-sel tersebut berada di trakea dan secara otomatis akan mempermudah penularan lewat udara.


Berdasarkan hasil penelitian tersebut di atas, terjawablah sudah mengapa penyakit campak adalah satu dari sekian penyakit yang paling cepat menular dan menyebar.

Pengobatan dan Pencegahan Campak


Sebenarnya belum ada penyembuhan khusus bagi penderita campak. Sebab dengan didiamkan saja, penyakit campak akan sembuh dengan sendirinya. Namun, karena tubuh penderitanya akan mengalami demam dan nyeri maka sebaiknya diberikan obat penurun demam seperti asetaminofen/ibuprofen. Bisa juga ditambahkan dengan obat antibiotik jika sampai terjadi infeksi.

Karena virus campak termasuk yang sering menyerang anak maka tindakan pencegahan harus dilakukan. Caranya dengan melakukan vaksinasi campak. Biasanya, vaksin yang diberikan berbentuk vaksin MMR (mumps, meales, rubella), yaitu vaksinasi borongan yang merupakan kombinasi dari vaksinasi gondongan dan campak Jerman.

Sebaiknya, vaksinasi MMR dosis pertama digunakan pada umur 12 sampai 15 bulan dan dosis keduanya di usia 4 sampai 6 tahun. Vaksin ini disuntikkan pada otot paha atau lengan atas. Agar cepat sembuh, sebaiknya penderita juga diharuskan banyak istirahat dan makan makanan yang bergizi agar kekebalan tubuh meningkat.

Komplikasi yang Menyertai Campak


Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa pengobatan khusus untuk penyakit campak biasanya tidak diperlukan karena sistem kekebalan tubuh manusia sudah dapat melawan infeksi dalam beberapa minggu. Setelah terkena infeksi campak, tubuh akan segera mengembangkan kekebalan (sistem resistensi).

Hal yang jadi masalah adalah bila terjadi komplikasi campak dengan penyakit lainnya, seperti pneumonia, infeksi telinga, infeksi paru-paru, tenggorokan mata, bahkan komplikasi dengan radang otak (ensefalitis) yang bisa berakibat fatal (kematian). Penyakit campak juga bisa menyebabkan infeksi pada anak dalam kandungan, dengan kemungkinan terburuk berupa kematian. 

Penyakit Campak di Eropa 


Penyakit campak selama ini identik dengan negara miskin dan berkembang di Afrika dan Asia, seperti Ethiopia, Somalia, Eriteria, Bangladesh, Korea Utara,  dan lain sebagainya. Namun, pada kenyataannya hal tersebut tak sepenuhnya benar sebab saat ini ternyata penyakit campak di Eropa sedang meningkat tajam.

Menurut WHO, hingga saat ini, sudah ada 26.000 kasus campak di seluruh Eropa. Bahkan, 9 di antaranya berujung pada kematian. Jumlah kasus tersebut berarti naik tiga kali lipat dibandingkan pada 2007. Sejumlah negara Eropa seperti Perancis, Spanyol, Rumania, dan Macedonia, dilaporkan telah mencatat ribuan warganya yang masuk ke rumah sakit untuk perawatan insentif.

Jumlah terbesar ada di Perancis yang mencapai angka 14.000 kasus. Hal tersebut sungguh mengherankan, mengingat kawasan Eropa merupakan daerah yang sudah makmur dengan tingkat kesadaran akan kesehatan yang tinggi dan ditunjang dengan kondisi perekonomian yang lebih baik dibandingkan kawasan lainnya.

Setelah sekian lama, kasus wabah campak sudah lama tak terdengar di Eropa. Baru di tahun 2009, wabah campak muncul kembali. Hal itu disebabkan banyak warga yang tidak sepenuhnya divaksin atau tidak diketahui riwayatnya.

Mereka yang selama ini belum mendapat vaksin campak inilah yang tertular dan menyebarkan ke orang di sekitarnya. Jadi bila Anda adalah orang yang sering bepergian ke luar negeri, terutama ke negara-negara yang berada di kawasan Eropa, apalagi bila dalam waktu dekat ini berencana pergi bersama istri dan anak-anak, pastikan mereka semua sudah mendapatkan vaksin campak agar wabah campak yang sedang melanda Eropa tidak menjangkiti Anda dan keluarga. 

Ternyata penyakit campak yang selama ini 95 % terjadi di negara miskin, namun kenyataannya saat ini telah bergeser ke Eropa. Gejala apakah ini?

0 komentar:

Posting Komentar