25 Mei 2012

Darah Rendah Atau Hipotensi

KutipanSehat, Penyakit darah rendah atau biasa disebut juga hipotensi merupakan suatu keadaan dimana seseorang memiliki tekanan darah di bawah angka normal. Seperti kita tahu, tekanan darah normal rata-rata manusia yaitu antara 90 sampai 120 mm Hg (milimeter air raksa) untuk tekanan darah sistolik. Juga antara 60 sampai 80 mm Hg untuk tekanan darah diastolik. Berbeda dengan orang yang hipertensi (baca : pahami apa itu hipertensi?

Tekanan darah sistolik (angka yang di atas) merupakan angka yang menunjukan tekanan di pembuluh darah arteri yang berlangsung pada saat otot jantung berkontraksi dan memompa darah. Sedangkan tekanan darah diastolik (angka yang di bawah) merupakan angka yang menunjukan tekanan pembuluh darah arteri pada saat otot jantung mengendur setelah ia berkontraksi.

Pada seseorang dengan keadaan tekanan darah yang normal, sesuai dengan berat badan, tinggi badan, tingkat atktivitas, normal biasanya sistolik dan distoliknya menunjukan angka 120/90 mmHg.

Penyebab Penyakit Darah Rendah


Penyakit darah rendah dapat disebabkan beberapa hal. Penyakit ini bisa terjadi karena disebabkan beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut yakni karena suatu kondisi tertentu, pemakaian obat-obat tertentu, efek dari penyakit jantung, dan lain-lain.

Penyebab Darah Rendah - Kondisi Tertentu Seseorang


Penyakit darah rendah terjadi karena kondisi tertentu yang dialami oleh seseorang, yaitu:

  • Mengalami pendarahan. Pendarahan yang terjadi pada seseorang dapat mengurangi volume darah dari tubuh orang tersebut. Hal tersebut tentu dapat menjadi salah satu penyebab penyakit ini.



  • Mengalami dehidrasi hebat. Dehidrasi merupakan kondisi ketika seseorang kekurangan cairan di dalam tubuhnya. Dehidrasi yang berat dapat juga menjadi salah satu pemicu penyakit ini.



  • Peradangan yang berat yang terjadi pada organ-organ tubuh. Peradangan pada organ tubuh yang lain ternyata dapat juga menyebabkan penyakit ini. Seperti salah satu contohnya ialah peradangan yang berat pada pankreas. Hal ini bisa terjadi karena cairan yang seharusnya berada di pembuluh darah memasuki jaringa-jaringan di sekitar pankreas dan juga rongga perut, sehingga mengurangi volume darah.



  • Kejutan emosional yaitu shock yang bisa disebabkan oleh beberapa hal seperti stroke, anafilaksis (reaksi alergi yang mengancam nyawa), infeksi yang parah dan trauma hebat.



  • Wanita biasanya jika mengalami masa menstruasi, pendarahan yang terjadi pada tiap individu berbeda-beda. Pendarahan yang berlebihan ketika menstruasi akan memicu terjadi penyakit ini.



  • Septicemia merupakan infeksi berat yang terjadi karena masuknya bakteri-bakteri atau organisme-organisme penyebab infeksi lain seperti jamur ke dalam darah. Bakteri-bakteri yang memasuki darah tersebut akan mengeluarkan racun yang akan menyebabkan tekanan darah yang besar bahkan dapat mengancam nyawa seseorang (septic shock)


Penyebab Darah Rendah  - Kondisi Tertentu Seseorang


Penyakit darah rendah dapat terjadi pula karena pemakaian obat-obatan tertentu, berikut ini adalah beberapa contohnya:

  •  Ternyata obat-obatan yang dipakai untuk mengobati penyakit darah tinggi (hipertensi) seperti angiotensin receptor blockers, alpha blockers dan sejenisnya bisa memberi efek penyakit darah rendah jika pemakaiannya berlebihan



  • Beberapa jenis obat seperti beta blockers, calcium channel blockers da digoxin bisa memperlambat denyut jantung ketika berkontraksi



  • Alkohol dan narkotika dapat menyebabkan penyakit darah rendah.



  • Beberapa jenis pil air salah satu contohnya seperti furosemide dapat mengurangi volume darah yang akan berdampak buang air kecil yang berlebihan


Penyebab Darah Rendah - Efek Penyakit Jantung


Penyakit darah rendah karena efek penyakit jantung, antara lain :

  • Denyut jantung dengan kecepatan yang abnormal (tachycardia) bisa menyebabkan penyakit darah rendah. Contohnya atrial fibrillation ataupun ventricular tachycardia.



  • Denyut jantung yang lambat atau disebut juga bradycardia. Kelainan ini dapat mengurangi volume darah yang dipompa oleh jantung, dan itu bisa berdampak tekanan darah rendah. Walaupun tidak semua penderita mendapatkan dampak tersebut



  • Otot jantung yang melemah selain bisa menyebabkan kegagalan jantung juga bisa mengurangi volume darah yang dipompanya.



  • Peradangan dari pericardium (kantong yang mengelilingi jantung) atau disebut juga pericarditis dapat menyebabkan penumpukan cairan di dalam pericardium dan hal tersebut dapat membatasi kemampuan jantung untuk memompa darah.


Pulmonary embolism merupakan kondisi ketika bekuan darah di pembuluh vena terlepas dan bergerak ke jantung dan kemudian ke paru-paru. Bekuan darah yang cukup besar dapat menghalangi aliran darah ke bilik kiri dan paru-paru dan akan mengurangi darah yang kembali ke jantung untuk dipompa. Hal ini tentu akan menyebabkan tekanan darah yang rendah.

Tanda-tanda Penyakit Darah Rendah


Penyakit darah rendah dapat dideteksi dengan beberapa tanda yang terjadi yaitu :

  • Penderita akan sering mengeluh sakit kepala (pusing.



  • Penderita akan sering mengalami kebingungan.



  • Penglihatan kadang-kadang akan dirasakan kabur (mata berkunang-kunang) apalagi sehabis duduk terlalu lama kemudian langsung berdiri atau berjalan. Bahkan tidak hanya itu, orang dengan penyakit darah rendah akan mengalami hipotensi orthostatik yang biasanya terjadi ketika orang tersebut berdiri setelah duduk atau berbaring. Dalam kondisi tersebut ia akan merasakan keadaan serasa pingsan bahkan bisa jadi pingsan dan biasanya tanda itu akan hilang kembali setelah duduk atau berbaring kembali dalam beberapa menit.



  • Merasa cepat lelah atau tak bertenaga jika melakukan aktivitas



  • Penderita sering menguap.



  • Keringat dingin, biasanya sering terjadi di telapak kaki dan tangan.



  • Biasanya penderita akan tampak pucat dan memiliki denyut nadi yang terasa lemah. Hal ini karena suplai darah yang tidak maksimum ke seluruh bagian tubuh.


Penanganan Penyakit Darah Rendah

Mengatasi penyakit darah rendah dapat dilakukan dengan beberapa cara berikut ini, yaitu :

  • Mengkonsumsi makanan yang mengandung kadar garam yang cukup.



  • Membatasi makanan karbohidrat akan mengurangi resiko terjadinya penyakit ini. Agar tekanan darah tidak mengalami penurunan drastis setelah makan, maka makanlah dalm porsi yang lebih kecil namun dengan intensitas yang lebih sering.



  • Minum 8 sampai 10 gelas air putih sehari (minum dengan jumlah yang cukup banyak), dan sesekali dapat juga diselingi minum kopi yang berfungsi untuk memacu peningkatan denyut jantung sehingga akan meningkatkan tekanan darah.



  • Mengurangi alkohol. Alkohol merupakan minuman yang dapat menyebabkan dehidrasi yang dapat memicu timbulnya penyakit ini walaupun hanya diminum dalam jumlah sedikit.



  • Menjalani pola makan yang sehat dan seimbang. Memberikan asupan gizi dan nutrisi yang cukup pada tubuh akan mengurangi risiko penyakit ini . Mulailah mengkonsumsi beragam variasi makanan sehat seperti buah-buahan, sayur-sayuran, biji-bijian, daging, ikan yang memenuhi keseimbangan gizi pada tubuh.



  • Olahraga secara teratur, contohnya berjalan kaki selama 30 menit yang dilakukan seminggu 3 kali dapat mengurangi risiko timbulnya penyakit ini.

  • Berhati-hati dalam melakukan gerakan. Seperti tadi disebutkan bahwa salah satu gejala penyakit ini ialah mata berkunang-kunang atau pusing ketika bangun dari duduk atau berbaring. Maka para penderita harus berhati-hati dalam bergerak. Misalnya ketika bangun tidur, jangan dulu memilih untuk segera bangkit berdiri tetapi mulailah dengan bernafas dalam-dalam selama beberapa menit dan perlahan-lahan duduk baru kemudian berdiri.

  • Jika terasa parah, harap konsultasi ke dokter.

0 komentar:

Posting Komentar